Saturday, 19 January 2013

Sekilas Info

65 RIBU GURU MADRASAH DISERTIFIKASI
09 Januari 2013
(Jakarta, 9/13). Pemerintah menargetkan sertifikasi bagi 65 ribu guru Madrasah pada 2013. Menurut Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Dedi Djubaedi langkah ini merupakan percepatan. Ia berharap pada 2014 nanti 762.222 guru seluruhnya bersertifikat. Jumlah guru yang telah bersertifikat baru 240.852 orang. “Tahun ini kami mengupayakan sertifikasi pada 65 ribu guru, sisanya dikebut tahun berikutnya,” Kata Dedi di Jakarta, kamis (3/1). Ia mengakui prosesnya memang lambat sebab banyak kendalanya. Masalah yang sering muncul adalah kesalahan dalam memasukkan data serta data guru yang mirip (Sumber: Republika, 4/01/2013).  
 
PERMENDAGRI BERATKAN MADRASAH
09 Januari 2013
(Jakarta, 9/13). Kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang melarang APBD membantu Madrasah dinilai keliru. Menteri Agama Suryadharma Ali mengungkapkan, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 32/2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan sosial dari APBD dapat memberatkan madrasah. Beleid tersebut kata Suryadharma Ali bakal berdampak pada terlepasnya peran pemerintah daerah dalam pendidikan agama. Padahal pendidikan bukan hanya dibangun oleh pemerintah pusat, melainkan juga oleh pemerintah daerah (Sumber: Republika, 4/01/2013).  
SAWERAN PANEN
14 Desember 2012
(Jakarta, 14/12). Semangat membangun madrasah bukan semata ditunjukkan dengan bagaimana seseorang memberika materi yang besar untuk bisa mendirikan sebuah bangunan sebagai bentuk sarana prasarana madrasah. Tekad, impian dan harapan juga turut andil untuk mencapai tujuan itu sendiri. Di desa centini kecamatan Laren Kabupaten Lamongan tepatnya di MI THoriqotul Hidayah dengan dikomandani oleh seorang yang ulet Bapak Choiru Anam, S.Pd menjelmakan impian-impian itu dalam sebuah program dan salah satunya adalah “SAWERAN HASIL PANEN”. Program ini telah berjalan kurang lebih sudah 5 Tahunan berawal dari kesadaran masyarakat yang notabene ketika diminta sumbangan yang berbau Uang tingkat esulitan mengeluarkan anggaran itu menjadi kendala bagi pengelolah lembaga madrasah untuk menambah operasional kegiatan yang ada di lembaga. Dengan munculnya program “saweran Panen” masyarakat yang di buat oleh Madrasah, masyarakat merasa itu adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah dengan meng-infaqkan sebagian hasil dari hasil panen yang mereka dapatkan. Tidak sedikit yang tekumpulkan setiap Karung-karung yang diberikan kepada warga, setidaknya setiap pengumpulan menghasilkan 50-75juta jika di kurskan dengan uang. Perjalanan program “saweran panen” tidak berjalan mulus begitu saja, menurut bapak Choiru Anam, S.Pd yang telah memiliki 2 anak ini pada perjalan pertama program tersebut masyarakat masih menganggap aneh sehingg peran para tokoh-tokoh masyarakat berperan andil dalam mensosialisasaikan kegiatan itu melalui ceramah agama, pengajian rutinan, yasinan dan lain-lain. Program ini dijalankan oleh segenap stakeholeder madrasah setiap tahun 1 sekali. Setiap Panen raya pada bulan Agustus-September yang berlangsung didesa tersebut. Dengan cara setiap warga di beri kantong “BERSAK” untuk diisi oleh warga seikhlasnya, dan pada masa setelah panen pengurus mengumpulkan bersak yang telah di sebarkan untuk di jadikan satu. Kemudian dari pengumpulan tadi dijual untuk kemudian dijadikan operasional madrasah dalam kurun waktu 1 tahun tersebut. (Sumber: Tim MEDP Kemenag RI).
 
 
  

No comments:

Post a Comment