| (Jakarta, 9/13). Pemerintah menargetkan
sertifikasi bagi 65 ribu guru Madrasah pada 2013. Menurut Direktur
Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Dedi Djubaedi langkah
ini merupakan percepatan.
Ia berharap pada 2014 nanti 762.222 guru seluruhnya bersertifikat.
Jumlah guru yang telah bersertifikat baru 240.852 orang.
“Tahun ini kami mengupayakan sertifikasi pada 65 ribu guru, sisanya
dikebut tahun berikutnya,” Kata Dedi di Jakarta, kamis (3/1). Ia
mengakui prosesnya memang lambat sebab banyak kendalanya. Masalah yang
sering muncul adalah kesalahan dalam memasukkan data serta data guru
yang mirip (Sumber: Republika, 4/01/2013). | |
| PERMENDAGRI BERATKAN MADRASAH |
| 09 Januari 2013 |
| (Jakarta, 9/13). Kebijakan Kementerian Dalam
Negeri yang melarang APBD membantu Madrasah dinilai keliru. Menteri
Agama Suryadharma Ali mengungkapkan, Peraturan Menteri Dalam Negeri
(Permendagri) No. 32/2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan
sosial dari APBD dapat memberatkan madrasah.
Beleid tersebut kata Suryadharma Ali bakal berdampak pada terlepasnya
peran pemerintah daerah dalam pendidikan agama. Padahal pendidikan bukan
hanya dibangun oleh pemerintah pusat, melainkan juga oleh pemerintah
daerah (Sumber: Republika, 4/01/2013). | |
| SAWERAN PANEN |
| 14 Desember 2012 |
| (Jakarta, 14/12). Semangat membangun
madrasah bukan semata ditunjukkan dengan bagaimana seseorang memberika
materi yang besar untuk bisa mendirikan sebuah bangunan sebagai bentuk
sarana prasarana madrasah. Tekad, impian dan harapan juga turut andil
untuk mencapai tujuan itu sendiri.
Di desa centini kecamatan Laren Kabupaten Lamongan tepatnya di MI
THoriqotul Hidayah dengan dikomandani oleh seorang yang ulet Bapak
Choiru Anam, S.Pd menjelmakan impian-impian itu dalam sebuah program dan
salah satunya adalah “SAWERAN HASIL PANEN”. Program ini telah berjalan
kurang lebih sudah 5 Tahunan berawal dari kesadaran masyarakat yang
notabene ketika diminta sumbangan yang berbau Uang tingkat esulitan
mengeluarkan anggaran itu menjadi kendala bagi pengelolah lembaga
madrasah untuk menambah operasional kegiatan yang ada di lembaga.
Dengan munculnya program “saweran Panen” masyarakat yang di buat oleh
Madrasah, masyarakat merasa itu adalah sebagai bentuk syukur kepada
Allah dengan meng-infaqkan sebagian hasil dari hasil panen yang mereka
dapatkan. Tidak sedikit yang tekumpulkan setiap Karung-karung yang
diberikan kepada warga, setidaknya setiap pengumpulan menghasilkan
50-75juta jika di kurskan dengan uang. Perjalanan program “saweran
panen” tidak berjalan mulus begitu saja, menurut bapak Choiru Anam, S.Pd
yang telah memiliki 2 anak ini pada perjalan pertama program tersebut
masyarakat masih menganggap aneh sehingg peran para tokoh-tokoh
masyarakat berperan andil dalam mensosialisasaikan kegiatan itu melalui
ceramah agama, pengajian rutinan, yasinan dan lain-lain.
Program ini dijalankan oleh segenap stakeholeder madrasah setiap tahun 1
sekali. Setiap Panen raya pada bulan Agustus-September yang berlangsung
didesa tersebut. Dengan cara setiap warga di beri kantong “BERSAK”
untuk diisi oleh warga seikhlasnya, dan pada masa setelah panen
pengurus mengumpulkan bersak yang telah di sebarkan untuk di jadikan
satu. Kemudian dari pengumpulan tadi dijual untuk kemudian dijadikan
operasional madrasah dalam kurun waktu 1 tahun tersebut. (Sumber: Tim
MEDP Kemenag RI).
|
|
| |
| | |
No comments:
Post a Comment