Thursday, 13 December 2012

Teh dan Madu akan Jadi Antibiotik Masa Depan?

Kamis, 13/12/2012 18:55 WIB
Teh dan Madu akan Jadi
Antibiotik Masa Depan?
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta - Makin banyak
bakteri yang menjadi kebal
(resisten) karena penggunaan
antibiotik yang berlebihan.
Ilmuwan pun kini berpaling ke
pengobatan tradisional seperti
teh dan madu. Akankah
kombinasi teh dan madu ini
akan menggantikan antibiotik
di masa depan?
Semakin banyak obat yang
digunakan, semakin besar
kemungkinan setiap bakteri
membangun resistensi dan
menjadi kuman super,
menyebabkan kondisi yang
disebut para pakar
'perlombaan senjata'.
Ini menimbulkan
kekhawatiran dan momok
bagi dunia kedokteran yang
takut kembalinya revolusi obat
antibiotik pada tahun 1940-
an.
"Saya benci mengatakan kita
kembali ke masa pra-
antibiotik, ketika mengobati
penyakit serius itu sangat
masalah," jelas Professor Les
Baillie dari Cardiff University,
kepada BBC, seperti dilansir
Telegraph, Kamis
(13/12/2012).
Dia mengatakan dalam
strategi Inggris sedang
dilakukan cara untuk
memperlambat masalah
dengan mengendalikan
penggunaan antibiotik,
sehingga selalu ada 'suatu
cadangan'.
Prof Baillie kini tengah
memimpin sebuah tim untuk
mencari apakah pengobatan
kuno, seperti teh dan madu,
bisa menjadi cara berikutnya
untuk mengatasi kuman-
kuman super.
Teh mengandung senyawa
polifenol yang memiliki
manfaat kesehatan, termasuk
kemampuannya untuk
membunuh mikro-organisme.
Para ilmuwan dari tim Prof
Baillie telah melihat teh
sebagai sumber obat untuk
mengobati clostridium
difficile, yakni bakteri yang
bertanggung jawab
setidaknya pada 2.000
kematian dan lebih dari
24.000 infeksi tahun lalu.
"Ada kekhawatiran nyata
tentang masa depan
kedokteran pada masa pasca-
antibiotik," papar Rhidian
Morgan-Jones, seorang ahli
bedah Cardiff University.

No comments:

Post a Comment