YaspendisPost ~ Bertepatan dengan Hari Guru Nasional, dunia
pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menghadapi persaingan global. Salah satu tantangan tersebut adalah keterbatasan jumlah guru berkualitas yang dapat memenuhi kualifikasi tenaga pendidik
abad 21 untuk mampu mendidik generasi penerus bangsa yang sesuai kebutuhan global.
Kurikulum 2013 dirancang untuk menciptakan suasana belajar dan materi pembelajaran yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Kurikulum 2013 memusatkan proses pembelajaran pada anak didik untuk mencetak lulusan yang
kreatif, inovatif, menerapkan nilai etika, moral, dan akhlak mulia. Proses pembelajaran dan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 menuntut kesiapan guru dan tenaga pendidik untuk mampu mengintegrasikan berbagai model pembelajaran bersifat tematis
terpadu, mendayagunakan teknologi informasidan komunikasi, serta mendidik anak didik secara kognitif, afektif, maupun psikomotoris.
Peringatan hari guru yang jatuh pada tanggal 25 Nopember bisa dijadikan mementum untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan para guru. Guru yang dalam bahasa jawa bisa difilosofiskan sebagai seorang yang bisa digugu dan ditiru yang maksudnya dipercaya, dianut dan ditauladani.
Maka timbul pertanyaan sudahkah sebagai seorang guru ataupun calon guru saat ini tutur kata atau sikap sudah bisa dipercaya, dianut dan ditauladani?
Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi
semangat, di belakang memberi dorongan adalah sebuah kalimat yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan Indonesia. Kalimat tersebut? memang seharusnya menjiwai
semangat mengajar dan mendidik para guru pada era sekarang.
Menurut Prof. Dr. Sunardi, M.Pd, Dekan FKIP UN Jember, guru yang ideal bisa diimplementasikan dari kapanjangan kata GURU itu sendiri yaitu gagasan, usaha, rasa dan
utama. Sebagai sorang guru harus dipenuhi dengan gagasan atau ide kreatif untuk menjadikan peserta didiknya lebih berkembang.
Ide tersebut harus disertai dengan usaha yang maksimum untuk mewujudkannya. Ide dan
usaha tersebut harus dilandasi dengan rasa atau empati sehingga ilmu yang dimiliki akan mengarah ke jalan yang positif. Kalau ketiganya sudah berjalan dengan baik maka ke-utama-an
yang akan didapat.
Refleksi ini akan cukup berarti ketika guru harus berhadapan dengan Implementasi Kurikulum 2013 dinilai mewujudkan siswa menjadi pribadi yang produktif, efektif, serta kreatif.
Hal ini pun sejalan dengan Kurikulum 2013 yang mulai diterapkan tahun ini.
Sekretaris Unit Implementasi Kurikulum Pusat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) Efriyanto mengatakan, untuk mewujudkan itu, tema Hari Guru Nasional
sangat sejalan dalam kurikulum 2013. "Oleh karena itu, kreatifitas seorang guru dalam menerapkan kurikulum 2013 adalah guru-guru yang tidak hanya mengajar,
melainkan kurikulum 2013 adalah
menerapkan konsep saintifik yang sangat
signifikan, dan siswa pun menjadi kompeten dalam konsep kurikulum 2013, yaitu dengan
program project learning ,".
"SELAMAT HARI GURU"
No comments:
Post a Comment