Dalam KBBI, katarsis diartikan:
1. Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan;
2. Psi-cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan
segala isi hatinya dengan bebas;
3. Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis.
Katarsis atau katharsis, berasal dari bahasa Yunani: κάθαρσις pertama kali diungkapkan oleh para filsuf Yunani, yang
merujuk pada upaya "pembersihan" atau
"penyucian" diri, pembaruan rohani dan pelepasan diri dari ketegangan. Istilah ini
digunakan antara lain oleh: "Penyucian" yang dihasilkan pada para pemirsa dalam sebuah pentasan sandiwara, menurut
Aristoteles, metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya
menceritakan semuanya.
Katarsis dalam pendidikan
Setiap anak melalui tahapan perkembangan psikologis namun dalam kurun usia yang sama
belum tentu tahapan perkembangan psikologis semua anak juga sama. Masing-masing
mempunyai ritme sendiri karena banyak factor yang menyertainya. Namun demikian jika tugas
perkembangan pada level tertentu belum tuntas maka hal tersebut akan berpengaruh pada tahapan berikutnya.
Proses katarsis sangat dikenal dalam psikologi, terutama dalam aliran psikoanalisis. Maksudnya
adalah adanya pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarsis sangat penting bagi
orang-orang yang sedang menghadapi masalah emosional.
Dan pada umumnya, mereka juga sedang menghadapi situasi yang
menyedihkan, mengecewakan, dan
menjengkelkan. Mereka tidak mau bercerita kepada orang lain. Mereka lebih suka memendamnya sendiri atau berusaha untuk
melupakan masalahnya meskipun dalam kenyataan, suatu masalah semakin dipendam dan diusahakan untuk dilupakan, maka akan muncul berbagai macam ganguan fisik dan psikologis seperti depresi, kecemasan dan berbagai bentuk penyakit psikologis.
Mengacu pada definisi di atas, dapat dipahami bahwa katarsis itu adalah proses bagaimana kita mengeluarkan emosi yang tertahan.
Adapun cara katarsis tiap orang berbeda, tergantung dari karakter orang itu sendiri. Ada berbagai jenis katarsis seperti curhat,
menangis, karaokean, bermain video games yang keras, bermain air, berteriak dan sebagainya. Adapun proses katarsis yang
mudah dilakukan secara klasikal (dalam proses pembelajaran) diantaranya dengan menulis,
bermain air, berteriak untuk mengeluarkan ekspresi (bermain peran), dan permainan yang
memicu adrenalin (out bond).
*dari berbagai sumber*
No comments:
Post a Comment